Kartu nama adalah “wajah pertama” bisnis atau personal branding Anda. Pilihan kertas sangat menentukan kesan yang ditinggalkan di tangan klien. Dua jenis kertas yang paling sering dibandingkan adalah kertas linen dan art carton. Keduanya premium, tapi punya karakter sangat berbeda. Mari kita bedah satu per satu agar Anda bisa memutuskan mana yang paling pas.

1. Tekstur dan Sentuhan (Feel in Hand)
Tekstur adalah hal pertama yang dirasakan saat kartu nama disentuh. Inilah yang membuat orang langsung bilang “wah” atau biasa saja.
Kertas Linen: Memiliki tekstur garis-garis halus menyerupai kain linen. Saat dipegang terasa bergelombang lembut, sangat khas dan langsung terasa mewah. Cocok sekali untuk profesi yang ingin menonjolkan kesan elegan dan eksklusif seperti pengacara, notaris, konsultan keuangan, arsitek, atau wedding organizer high-end.
Art Carton: Permukaannya halus mengkilap (glossy) atau halus doff (matte). Tidak ada tekstur timbul sehingga terasa lebih “bersih” dan modern. Banyak dipilih dokter, akuntan, perusahaan teknologi, atau startup yang ingin tampil profesional tapi tetap simpel.
2. Kesan Visual dan Estetika
Mata juga “makan” kartu nama sebelum dibaca isinya.
Kertas Linen: Warna putih linen atau cream memberikan kesan klasik dan hangat. Desain minimalis pun langsung terlihat mahal karena teksturnya. Sangat cocok untuk hot foil, emboss, atau deboss karena tekstur linen memperkuat efek timbulnya.
Art Carton: Memberikan warna yang lebih tajam dan cerah karena permukaannya rata. Cocok untuk desain full color, foto, atau gradasi warna yang intens. Kesan yang ditimbulkan lebih modern, bersih, dan corporate.
3. Ketahanan dan Daya Tahan
Kartu nama sering masuk dompet, tas, atau laci. Ketahanan kertas sangat penting.
Kertas Linen: Umumnya tebal 260-300 gsm, cukup kuat. Namun karena ada tekstur, sudutnya lebih mudah “berbulu” jika sering digesek. Tetap awet jika tidak terlalu sering dilipat.
Art Carton: Bisa sampai 310-400 gsm, lebih kaku dan tahan tekuk. Lapisan laminasi glossy/matte membuatnya juga melindungi dari noda dan air ringan. Lebih tahan lama untuk pemakaian kasar.
4. Kemudahan Cetak dan Finishing
Tidak semua finishing cocok untuk semua kertas.
Kertas Linen: Sulit dicetak full bleed (sampai tepi) karena tekstur. Paling bagus dengan spot UV, foil, atau emboss. Tidak disarankan laminasi karena akan menghilangkan feel teksturnya.
Art Carton: Sangat fleksibel. Bisa laminasi doff/glossy, spot UV, rounded corner, bahkan die-cut bentuk unik. Hasil cetak warna lebih konsisten.
Tabel Perbandingan Singkat
| Aspek | Kertas Linen | Art Carton |
|---|---|---|
| Tekstur | Bergaris halus, seperti kain | Halus (glossy/doff) |
| Kesan | Elegan, eksklusif, klasik | Modern, bersih, profesional |
| Cocok untuk profesi | Pengacara, notaris, konsultan, WO | Dokter, IT, corporate, startup |
| Ketahanan sudut | Sedang (bisa berbulu) | Tinggi |
| Finishing terbaik | Foil, emboss, deboss | Laminasi, spot UV, die-cut |
| Warna cetak | Hangat, sedikit soft | Tajam, cerah |
Kesimpulan: Pilih Mana?
Kertas Linen dan Art Carton sama-sama premium, tapi untuk kebutuhan yang berbeda:
- Pilih kertas linen jika Anda ingin kartu nama yang langsung terasa “mahal” saat disentuh, ingin tampil beda, dan target klien high-end yang menghargai detail.
- Pilih art carton jika Anda butuh kartu nama yang tahan lama, warna cetak cerah, dan kesan profesional modern yang rapi.
Keduanya bisa dicetak dengan kualitas terbaik di Bali Printing Center. Kami siap bantu desain hingga jadi, dengan berbagai pilihan finishing premium.
Hubungi kami sekarang via WhatsApp 0811-3941-6110 atau datang langsung ke:
Bali Printing Center (BPC)
Jln. Diponegoro 100, Ruko Diponegoro Megah Block 18-19 A, Denpasar Barat - Bali
Jam operasional:
Senin–Jumat: 08.30–20.00
Sabtu: 08.30–17.30
Minggu: Tutup
Konsultasi gratis, kami bantu Anda pilih kertas yang paling tepat untuk branding Anda!



